Rambu-rambu Yang Diabaikan – Analisis Ekonomi

Pengarang : A Tony Prasetiantono
Harga toko : Rp 59,000,-

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 50.150,-

Tony Prasetiantono adalah ekonom spesialis ekonomi makro. Artikel Tony memperlihatkan bahaya ekonomi lewat posisi rupiah yang selalu bergejolak dari tahun ke tahun. Hampir setiap tahun Tony menulis soal gejolak rupiah dan penyebab di baliknya. Isu kurs rupiah merupakan yang terbanyak dari berbagai artikel Tony yang dimuat di Kompas.

Krisis moneter, ekonomi, politik dan sosial di Indonesia yang memuncak pada akhir dekade 1990-an dimulai dari tidak sehatnya struktur perekonomian yang sudah tercipta pada dekade sebelumnya. Krisis ekonomi – yang kemudian berkembang menjadi krisis multidimensi dekade 1990-an – terjadi akibat akumulasi penumpukan utang luar negeri. Hal itu sudah diperingatkan jauh-jauh hari sebelum krisis moneter melanda Asia dan Indonesia pada dekade 1990-an. Misalnya, diingatkan agar Indonesia mulai mengurangi beban utang dan mengisi kebutuhan cadangan devisa lewat arus masuk investasi asing langsung ketimbang akumulasi utang. Posisi neraca transaksi berjalan membahayakan karena kewajiban luar negeri lebih besar ketimbang potensi penerimaan devisa. Utang luar negeri, sebelum krisis adalah sebuah momok yang menakutkan.

Kurs rupiah yang terus merosot terkadang memaksa pemerintah melakukan devaluasi (tindakan yang disengaja untuk memerosotkan kurs mata uang karena keadaan yang memaksa). Jika tidak ada devaluasi, rupiah mengalami depresiasi (kemerosotan kurs karena kekuatan pasar). Itu adalah refleksi dari kerapuhan sebuah mata uang. Gejolak sebuah mata uang merupakan refleksi dari ketidaksehatan perekonomian, terutama dalam kaitannya dengan ketidakmampuan memenuhi kewajiban luar negeri seperti membayar utang luar negeri dan bahkan terus terjebak dengan penumpukan utang-utang luar negeri dari hasil pinjaman.

Namun, hal itu dibiarkan sehingga berkembang bak bola salju yang kemudian balik menghantam perekonomian Indonesia. Akhirnya meledaklah perekonomian Indonesia lewat gejolak kurs hebat pada tahun 1997, yang kemudian membawa kebangkrutan massal bank-bank, perusahaan, dan mungkin kebangkrutan negara. Hal itu membuat Indonesia harus minta tolong kepada Dana Moneter Internasional (IMF). IMF diundang masuk karena Indonesia juga semakin kehilangan cadangan internasional karena larinya investor asing berjangka pendek.

Lalu IMF pun masuk dan mendikte Indonesia untuk melakukan program-program reformasi ekonomi. Setelah IMF masuk, sepertinya keadaan akan tertolong dan perekonomian pulih. Tetapi, setelah sekian lama IMF berada di Indonesia, pemulihan cepat seperti di Thailand dan Korea Selatan tak kunjung datang.

Bahkan hiruk-pikuk politik dan ketidakstabilan sosial terus memperburuk keadaan. Ironisnya, negara ini pun semakin terjebak pada krisis ekstra dengan terjadinya serangkaian peledakan bom. Tony pun meluncurkan tulisan berjudul, “The Lost Paradise” menyusul ledakan bom di Bali tahun 2002 lalu.
IMF kemudian dikritik telah memberikan resep perekonomian yang salah bagi Indonesia. IMF pun mengaku salah, dan berjanji memperbaiki resep-resep kebijakan. Ekonom peraih Hadiah Nobel Ekonomi 2001, Joseph E Stiglitz, memperkuat dugaan soal policy error IMF di negara yang dia tangani.

Akan tetapi, banyak contoh yang memperlihatkan bahwa tindakan blunder dan ketidakjeraan untuk tidak bermain-main dengan hukum, disiplin, termasuk menjadi faktor yang membuat Indonesia semakin kacau. Kalau pun IMF bersalah, porsi kesalahan domestik tidak kalah buruknya. Ada contoh ekstrem soal itu. Juga banyak catatan, bahwa pada masa krisis sekalipun, Indonesia seperti bermain-main dengan peringatan akan bahaya yang menghadang.

 

Kebijaksanaan Ekonomi Politik dan Hilangnya Nalar

Penulis: Kwik Kian Gie
Harga Toko: Rp 40.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 34.000,-

Kebijakan Ekonomi Politik dan Hilangnya NaJar adalah buku kedua dari “dwi-tunggal” karya Kwik Kian Gie yang diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas. Sebagaimana buku pertama, Pikiran yang Terkorupsi, buku ini merupakan kumpulan esai yang ditulis oleh Kwik Kian Gie di harian Kompas dari 1999-2006.

Berisi tiga bab, buku ini membahas persoalan bantuan asing dan ke­mandirian ekonomi, kebijakan politik dan ekonomi yang amburadul, serta masalah bahan bakar minyak (BBM). Semuanya ditulis dengan kekuatan data, argumen yang cerdas, serta gaya tulisan yang membuat persoalan rumit jadi mudah. Maka, misalnya, kita akan mengetahui dengan gamblang prak­tik-praktik ‘sok kuasa’ Dana Moneter Internasional (IMF) terhadap Indone­sia. Kita pun menjadi paham: benarkah pemerintah mesti ribut soal subsidi BBM begitu harga minyak mentah dunia naik? Yang paling menarik, membaca halaman demi halaman kita seperti diperlihatkan betapa kebijakan ekonomi dan politik di Indonesia selama ini kurang berpijak pada nalar.

Sebagaimana buku pertama, buku ini patut dibaca oleh anggota DPR, pejabat pemerintah, akademisi, war­tawan, mahasiswa, dan semua ka­langan yang peduli terhadap masalah-masalah ekonomi dan politik di Indo­nesia.

Otonomi dan Pembangunan Daerah

Pengarang: MUDRAJAT KUNCORO (2004)
Harga Toko : Rp 106.500,-

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 90.525,-

Otonomi Daerah (OTDA) membawa angin “reformasi” baik dalam perencanaan pembangunan daerah, hubungan eksekutif-legislatif, maupun relasi antara pusat-daerah, dan pemerintah-bisnis. Paradigma pembangunan pun bergeser dari sentralisasi menjadi desentralisasi: dari “pembangunan di daerah” menjadi “membangun daerah”. Namun, dalam praktek, masih banyak “pekerjaan rumah” yang harus diselesaikan seperti menjamurnya praktek politik uang, korupsi multitingkat, bad governance,memburuknya iklim investasi, ketertinggalan Kawasan Timur Indonesia, dan beralihnya fanatisme sektoral menjadi fanatisme daerah yang overdosis.

Dengan mengkaji secara kritis berbagai masalah dan strategi membangun daerah di era Otonomi Daerah, buku ini dirancang dengan kajian teori, studi empiris, maupun ilmiah populer. Fokus penyajian adalah pada sejauh mana OTDA menimbulkan perubahan-perubahan penting di daerah seperti bagaimana menyusun perencanaan pembangunan daerah, memilih strategi yang tepat, dan menangkap peluang bisnis di daerah. Buku ini diharapkan tidak hanya berguna bagi birokrat daerah, namun juga mahasiswa, para pengambil kebijakan di tingkat nasional dan daerah, anggota DPR(D), para dosen, para pelaku bisnis, investor, para peneliti, para politisi, dan praktisi lainnya yang berminat mempelajari dan ikut berpartisipasi dalam “membangun daerah”Otonomi dan Pembangunan Daerah

Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar

Pengarang: INDRA BASTIAN (2006)
ISBN: 9797813681
Harga: Rp 98.000,-

Bidang akuntansi sektor publik dapat dikatakan sebagai suatu bidang studi akuntansi yang mandiri, di samping studi akuntansi keuangan, studi akuntansi manajemen, studi sistem informasi akuntansi, dan studi pemeriksaan akuntan. Bidang studi ini tentunya tidak dapat dilepaskan begitu saja dari bidang akuntansi yang lainnya, karena kelima bidang studi ini akan membangun satu bangunan utuh, yaitu studi akuntansi itu sendiri. Keterkaitannya akan bisa terlihat pada pembahasan muatan secara luas. Mata kuliah Akuntansi Sektor Publik ini akan mengantarkan mahasiswa untuk memahami konsep dan praktik akuntansi di organisasi sektor publik. Fokusnya lebih tertuju pada pengenalan contoh-contoh praktik, sehingga sebagian besar waktu akan digunakan untuk mendiskusikan contoh yang ada. Adapun tujuan dari mata kuliah akuntansi sektor publik ini adalah untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam:
1. Memahami konsep publik, isu, peran, dan praktik akuntansi sektor publik di Indonesia dalam membantu terciptanya proses pertanggungjawaban publik
2. Memahami konsep organisasi sektor publik dan peran akuntansi dalam membantu manajemen organisasi sektor publik
3. Memahami penerapan proses perencanaan dan pengendalian akuntansi dalam pertanggungjawaban publik dan eksesnya di unit organisasi sektor publik
4. Memahami proses pengerahan dana masyarakat melalui pasar modal untuk kepentingan organisasi sektor publik
5. Memunculkan partisipasi dan minat mahasiswa dalam berbagai isu akuntansi sektor publik.

 

Spektrum Kebijakan Pertanian Indonesia

Pengarang: BUSTANUL ARIFIN (2001)
Harga: Rp 46.500,-

Ekspektasi Masyarakat terhadap sektor pertanian sebagai penghela atau landasan pemulihan perekonomian demikian besar, terutama sejak krisis melanda Indonesia. Hal ini dikhawatirkan dapat menjadi kontra-produktif apabila prinsip-prinsip dan strategi kebijakan pembangunan tidak diseminasi secara efektif kepada masyarakat. Sektor pertanian jelas tidak dapat berdiri sendiri, apalagi jika harus dijadikan beban ekonomi-politik sektor non pertanian seperti manufaktur, industri jasa, dan lain sebagainya, yang pernah tumbuh dan berkembang dalam konteks yang sangat semu dan cenderung distortif.

Buku ini berkontribusi terhadap diskusi publik pembangunan pertanian di Indonesia sebagai basis perumusan, pendalaman, dan pembahasan strategi kebijakan pembangunan pertanian menuju Indonesia baru. Fokus analisisnya mencakup transformasi struktural dan aspek ekonomi politik; tantangan swasembada pangan, agrobisnis dan agroindustri; basis sumber daya alam; dan paradigma baru pembangunan pertanian.

Perekonomian Indonesia

Pengarang: FAISAL H. BASRI (2002)
Harga: Rp 88.500

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 75.225,-

Melalui buku ini, pakar ekonomi dan politik Indonesia Faisal Basri kembali mengajak kita merenungi berbagai hal yang harus dilakukan agar kita dapat segera pulih dari krisis dan bangkit kembali tanpa harus terjebak pada gerutuan dan kebingungan yang tak berkesudahan untuk mencari kambing hitamnya.
Pada pertengahan dekade 90-an Faisal Basri melihat adanya ancaman potensial bagi Indonesia yang ketika itu terlihat seolah baik-baik saja. Sekarang, sesudah berbagai krisis menghujani Indonesia, sementara masih juga banyak orang yang sibuk bertengkar dan berebut jabatan, Faisal Basri mengajak kita untuk bersama-sama memikirkan dan melaksanakan upaya-upaya penyelesaian demi perekonomian (dan masa depan) Indonesia yang lebih baik bagi kita semua.

Musim Semi Perekonomian Indonesia

Penulis: Cyrillus Harinowo

ISBN: 979-22-1251-5; 20805014

Harga: Rp 45.000,-

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 38.250,- 

Indonesia memang terpuruk didera krisis dalam rentang waktu panjang yang membuat kita sering meratapi diri dan berkecil hati akan masa depan bangsa maupun nasib kita sendiri. Padahal, kepercayaan diri kita begitu tinggi pada saat kita mengalami boom ekonomi untuk waktu lebih dari 30 tahun. Apakah kepercayaan diri tersebut bisa dibangun kembali?
Kepercayaan diri bangsa Indonesia sangat mungkin dibangun kembali. untuk maksud itulah buku ini ditulis, yakni untuk menepis keraguan kita mengenai masa depan bangsa dengan menularkan optimisme penulis setelah bertahun-tahun menggeluti dinamika perkembangan dan permasalahan ekonomi di negara kita. Optimisme tersebut sejak awal sudah tersirat dalam judul buku ini, yaitu Musim Semi Perekonomian Indonesia, dan lebih nyata terlihat saat sektor-sektor perkonomian yang menunjukkan kecenderungan “musim semi” dibahas. Data-data yang ada memang mendukung dan membuat kita yakin bahwa optimisme tersebut bukanlah mimpi belaka.
Ditulis oleh pakar yang selama bertahun-tahun berada di pusat pusaran perekonomian Indonesia. Optimisme “musim semi” perkonomian Indonesia ini perlu dicermati para eksekutif, profesional, usahawan, akademisi, mahasiswa, maupun masyarakat umum.

Pasca-IMF (2004)

Penulis: Cyrillus Harinowo
ISBN : 979-22-0800-3; 20704006
Harga: Rp 50.000,-

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 42.500,- 

Pengalaman Indonesia dalam menangani krisis bersama IMF, serta pengalaman IMF sendiri dalam menangani krisis di berbagai belahan dunia, merupakan sejarah yang terlalu penting untuk dilupakan. Banyak hal penting yang selama tersembunyi dari pengetahuan publik dicoba diungkapkan dalam buku ini, dengan harapan dapat memberikan wawasan baru bagi anda para pembaca.
Buku ini ditulis dengan mengikuti dua alur yang akhirnya bertemu, yaitu apa yang terjadi di Indonesia dan apa yang menjadi pengalaman IMF selama lebih dari 50 tahun berdirinya. Pengalaman Indonesia yang menjadi anggota IMF ke-56 pada tahun 1954 dicoba dibahas secara kronologis sejak permulaan Orde Baru sampai dengan Keajaiban Asia Timur, proses terjadinya dan meletusnya gelembung ekononi, kehadiran IMF di Indonesia, kontroversi mengenai IMF, dan akhirnya Indonesia pasca IMF.

Menuju Visi Indonesia 2030 (2006)

Penulis: Hartarto Sastrosoenarto
ISBN: 979-22-2078-x; 20706001
Harga Toko: Rp 82.500,-

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 70.125,-

Sinopsis:
Indonesia memiliki peluang sangat besar untuk menjadi world player dan regional player khususnya untuk sektor industri tertentu. Sektor industri yang terbukti memiliki daya saing sebagai akibat kebijakan ekspor broadbased di masa lalu perlu dikembangkan lebih lanjut. Di samping itu masih banyak pula terdapat sektor industri yang perlu didorong untuk menjadi world player atau regional player di masa datang. Demikian pula mutlak didorong terus perkembangan usaha kecil dan menengah (termasuk industri kecil) karena peranannya yang sangat strategis dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi, tumbuhnya wirausaha, penyediaan lapangan kerja yang sangat besar, dan mampu mengurangi tingkat kemiskinan.
Perkembangan industri dan sektor pertanian akan menarik tumbuhnya sektor jasa dalam arti luas. Jasa harus pula dikembangkan khususnya karena potensi sumbangan dalam PDB serta tenaga kerja yang besar. Perhatian juga harus diberikan karena globalisasi juga akan melibatkan persaingan dalam sektor ini.
Jadi langkah utama dalam melaksanakan industrialisasi serta membangun sektor pertanian dan jasa dapat dirumuskan dalam 5 butir utama di bawah ini:
1.Mengembangkan kemampuan sumber daya manusia.
2.Menguasai dan mengembangkan teknologi untuk menunjang sektor pertanian, melaksanakan industrialisasi, dan mengembangkan sektor jasa dengan dukungan kemampuan sumberdaya manusia yang tangguh. 3.Mengembangkan sektor pertanian dalam arti yang luas, mencakup sektor pertanian, perkebunan, peternakan, sektor kehutanan, kelautan termasuk upaya swasembada pangan. 4.Melaksanakan industrialisasi dengan cara: Menyusun dan menetapkan kebijaksanaan industrialisasi dengan menyempurnakan kebijaksanaan industrialisasi yang telah pernah disusun dan terbukti berperan dalam sukses industrialisasi Indonesia selama ini (seperti diurai dalam Bab 2.D) dalam konteks visi tahun 2030, untuk dijadikan komitmen bersama seluruh bangsa. Melaksanakan industrialisasi dengan penekanan kepada pengembangan industri dengan daya saing kuat.

Freakonomics (Terjemahan 2006)

Penulis: Stephen J. Dubner, Steven D. Levitt
ISBN: 979-22-2204-9; 20806015
Harga Toko: Rp 50.000,-

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 42.500,-

Sinopsis:
Buku Freakonomics ini sungguh luar biasa — kita akan diajak untuk memikirkan kembali seluruh asumsi dan anggapan kita mengenai berbagai hal dalam hidup kita. Misalnya: apakah “nama” sungguh menentukan jalan hidup seseorang? Bisa ya, bisa tidak. Ada kasus riil di Amerika: Orangtua memberi nama anaknya “Winner” dengan harapan si anak akan selalu berhasil dalam hidupnya (menjadi pemenang), tapi ternyata sejak usia remaja, Winner keluar masuk penjara karena berbagai kasus, mulai dari mengutil, mencopet, sampai merampok toko. Sementara itu, adiknya yang diberi nama “Loser” alias pecundang, justru menjadi lulus dari perguruan tinggi dengan baik dan sekarang menjadi seorang pengacara yang dipandang.
Ada banyak contoh dan kasus yang sangat menarik dan penting kita ketahui sehingga kita bisa lebih bijak dalam menyikapi fakta, data, dan analisis yang dilemparkan oleh mereka yang menyebut dirinya ahli atau pakar. Mereka kerap menyesatkan kita demi kepentingan diri mereka sendiri.

 

Life-span Development (Pembangunan Masa Hidup) (2002)

Pengarang: JOHN W. SANTROCK
ISBN: 9796882965
Harga: Rp185,000

Karya besar John W. Santrock–Life Span Development–ini menggabungkan pengetahuan inti dasar dan berbagai perkembangan terakhir landasan ilmiah mengenai perkembangan masa hidup, serta penerapan praktis dalam setiap periode perkembangan.
Buku mutakhir ini menyajikan berbagai riset klasik dan terbaru dalam proses-proses biologis, kognitif, dan sosioemosional.

Dalam edisi kelima ini dilakukan perluasan cakupan pembahasan mengenai budaya, etnik, gender, keluarga dan pengasuhan, dan penekanan yang lebih kuat pada proses penuaan. Buku ini juga mencakup metode-metode riset di bidang perkembangan masa hidup, dan menjelaskan berbagai isu perkembangan dari masa bayi hingga masa akhir dewasa. Buku ini memuat foto-foto berwarna dan kotak-kotak informasi.
Tiga Ciri Baru dalam buku ini : (1) Kesehatan dan Kesejahteraan Masa Hidup, (2) Perspektif Pengasuhan dan Pendidikan, dan (3) Pengetahuan Praktis Masa Hidup.

Kebijakan Perikanan dan Kelautan (2005)

Penulis: Akhmad Fauzi
Harga: Rp 35.000,-

Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan menyejahterahkan masyarakat pengguna sangat diharapkan oleh semua pihak. Kebijakan pengelolaan perikanan pun diarahkan untuk mencapai tujuan tersebut. Namun tidak sedikit kendala dan masalah yang dihadapi, sehingga diperlukan langkah-langkah untuk menyingkirkan kendala-kendala tersebut terlebih dahulu. Upaya membedah masalaha dan kendala tersebut tidak mudah karena adanya kompleksitas pengelolaan perikanan itu sendiri dan sering terjadinya perbedaan persepsi antara perikanan, pemerintah, dan akademisi.

Akhmad Fauzi menguraikan kendala-kendala tersebut dan mensistesiskan masalah-masalah yang ada melalui pisau keilmuan sekaligus mencari solusi kebijakannya. Ia membahas berbagai isu perikanan, seperti overfishing, overcapacity, kemiskinan, lingkungan pesisir, desentralisasi, kebijakan fiskal, illegal fishing, serta terobosan-terobosan kebijakan yang ditawarkan.
Disajikan dalam format ilmiah popular agar mudah diakses oleh berbagai pemerhati perikanan, buku ini tidak diragukan lagi akan memberi kita nuansa baru dalam memahami kompleksitas pembangunan perikanan.

Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan (2004)

Penulis: Akhmad Fauzi
ISBN: 979-22-1042-3; 20804045
Harga Toko: Rp 60.000,-

HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 40.375,-

 

Bagaimana sebenarnya mengelola sumber daya alam yang memberikan kesejahteraan yang maksimum bagi masyarakat? Mengapa eksternalitas menjadi masalah yang pervasive? Dan bagaimana menanganinya? Lalu bagaimana menilai jasa yang dihasilkan dari sumber daya alam dan lingkungan yang tidak terpasarkan? Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pembangunan berkelanjutan? Bagaimana mengukurnya? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul manakala kita menghadapi pembangunan ekonomi yang berbasis sumber daya alam dan lingkungan. Buku ini mencoba menjawab secara komprehensif pertanyaan-pertanyaan tersebut. Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang utuh mengenai ekonomi sumber daya alam dan lingkungan, dan dilengkapi dengan pendekatan grafik dan matematis serta penjelasan yang terperinci untuk membantu pembaca memahaminya. Buku ini disertai pula contoh-contoh perhitungan ekonommi sumber daya alam dengan program komputer Excel dan MAPLE sehingga memudahkan pembaca untuk memahami secara riil aspek-aspek teori yang dipaparkan.

 

Pemodelan Sumber Daya Perikanan dan Kelautan untuk Analisis Kebijakan (2005)

Penulis: Akhmad Fauzi, Suzy Anna
Harga: Rp 57.500,-

Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, khususnya sumber daya perikanan dan kelautan, bersifat kompleks. Kompleksitas tersebut tidak hanya berkaitan dengan sistem alam itu sendiri, tetapi juga dengan interaksi pengelolannya. Karena itu, pembangunan model (model building) menjadi tulang punggung kita dalam mempelajari dan menangani pengelolaan ekonomi sumber daya perikanan dan kelautan.
Buku yang merupakan kumpulan tulisan yang telah dipublikasikan di jurnal internasional dan nasional ini menyajikan berbagai pendekatan pemodelan — disertai data empiris — yang dapat diterapkan dalam pengelolaan sumber daya perikanan dan kelautan yang berkelanjutan. Anda pun dapat mengetahui implikasi kebijakan yang ditimbulkan dari model-model tersebut. Beberapa pemodelan sumber daya yang dapat Anda pelajari di sini antara lain:
– Pendekatan bioekonomi statik dan dinamik
– Pemodelan optimisasi melalui General Algebraic Modelling System (GAMS)
– Pemodelan melalui Data Envelopment Analysis (DEA)
– Pemodelan melalui Rapid Appraisal for Fisheries (RAPFISH)
– Pemodelan depresiasi sumber daya perikanan
– Valuasi ekonomi sumber daya pulau-pulau kecil
– Pemodelan neraca sumber daya perikanan dan kelautan
Masing-masing pemodelan tersebut dipaparkan dalam satu bab yang utuh sehingga Anda akan dapat lebih mudah memahami tipe pemodelan tertentu.

Hukum Lingkungan dan Ekologi Pembangunan (2004)

Pengarang: N.H.T. SIAHAAN
ISBN: 9797410536
Harga: Rp102.000,-

Etika Politik dan Kekuasaan

Penulis: Dr Haryatmoko

Analisis Spasial dan Regional: Studi Aglomerasi dan Kluster Indonesia (2002)

(Spatial and Regional Analysis: A Study of Industrial Agglomerations and Clusters in Indonesia)
Penulis: Mudrajad Kuncoro
Penerbit UPP AMP YKPN

Menuju Negara Industri Baru 2030?

Pengarang : Mudrajad Kuncoro
Harga Toko: Rp 108.000,-
HARGA INIBUKU DISKON 15% : Rp 91.800,-

Industrialisasi dianggap sebagai strategi sekaligus obat bagi banyak negara. Sebagai “strategi” ia dianggap suatu proses “linear”, yang harus dilalui dengan sejumlah tahapan yang saling berkaitan dan berurutan dalam transformasi struktur ekonomi di banyak negara. Sebagai “obat” ia dipandang ampuh dalam mengatasi masalah keterbelakangan, kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran. Buku ini mencoba membedah industrialisasi dalam perspektif “ekonomi industri”, sekaligus memotret bagaimana “dinamika” perkembangan industri Indonesia dari sejak era Presiden Soekarno hingga Susilo Bambang Yudhoyono. Ekonomi industri pada hakikatnya merupakan populer dalam ilmu ini adalah berusaha untuk menjelaskan kinerja organisasi dengan melihat hubungan antara struktur industri, perilaku organisasi, dan kinerja organisasi; atau dikenal dengan paradigma Structure, Conduct, Performance (SCP). Selain SCP buku ini juga menggunakan perspektif ekonomika industri baru (new industrial economics), yaitu perspektif kluster dalam meningkatkan daya saing industri.

Pertanyaan yang muncul adalah mampukah Indonesia menjadi negara industri pada tahun 2030? Berbagai gambaran industri Indonesia akan disajikan; termasuk masalah utama yang dihadapi, pola spasial industri, peranan usaha kecil, fenomena deindustrialisasi, dan bagaimana grand strategy mewujudkan visi 2030.